Asuransi Kesehatan mu
Asuransi Kesehatan

Memaksimalkan Asuransi Kesehatan Karyawan

Kira-kira pada tahun berapa ya pemerintah ini menetapkan bahwa semua perusahaan wajib mendaftarkan karyawan atau pegawainya ke BPJS Kesehatan. Kalau tidak salah antara lima tahun kebelakang deh. Peraturan tersebut mendapat impact yang beragam dari perusahaan. Ada yang menanggapi sedih karena fasilitas yang ditawarkan, ada yang menanggapi senang karena premi yang rendah dan ada yang gambling bagaimana nasib asuransi yang telah diberikan selama ini. Asuransi kesehatan karyawan merupakan hal yang wajib diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan atau pegawai. Kali ini kita bahas mengenai perusahaan yang masih menggunakan kedua jenis asuransi untuk melindungi karyawannya.

Bagi kalian karyawan yang perusahaannya memberikan dua perlindungan sekaligus, ada cara yang dapat kalian lakukan untuk memaksimalkan keduanya loh. Mau tau caranya? Jadi begini, BPJS Kesehatan telah melakukan perjanjian kerja sama dengan perusahaan swasta yang dapat membuat karyawan atau pegawai lebih mendapatkan banyak keuntungan dalam hal pelayanan kesehatan yang akan didapatkan. Misalnya saja seseorang yang didaftarkan BPJS Kesehatan oleh perusahaan tempatnya bekerja akan mendapatkan fasilitas perawatan kelas I. Jika sebelumnya dia sudah terdaftar sebagai peserta perseorangan, maka datanya akan berubah disesuaikan dengan data baru saat dia didaftarkan kembali oleh perusahaannya.

Ajukan KTA Terbaik & Terpercaya Hanya Di Sini!

Mekanisme rujukannya pun tetap sama yaitu berjenjang. Dari pemeriksaan kesehatan melalui fasilitas kesehatan I yang dipilih oleh pasien kemudian jika memerlukan tindakan medis yang lebih tinggi dan fasilitas kesehatan I tidak dapat menanggulangi maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan media yang lebih tinggi baik melalui rawat inap maupun rawat jalan, tergantung kondisi pasien. Untuk CoB dengan BPJS Kesehatan, prosedurnya kurang lebih sama. Dengan manfaat tambahan bisa didapatkan dari perusahaan asuransi yang ikut serta dalam CoB. Dengan catatan, rumah sakit yang dipilih merupakan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Jika rumah sakitnya belum bekerja sama dengan BPJS, pilihlah opsi reimbursement ke perusahaan asuransi. Perusahaan asuransi ini juga akan meminta reimbursement ke BPJS. Jumlah dibatasi sesuai dengan tarif rumah sakit tipe C menurut aturan INA CBGs (Indonesian Case Based Groups).

Berikut merupakan mekanisme pasien dengan CoB BPJS Kesehatan. Budi merupakan peserta BPJS Kesehatan dan didaftarkan CoB juga dengan asuransi dari tempatnya bekerja. Dia sudah sakit demam lebih dari empat hari kemudian ingin bisa mendapatkan fasilitas layanan CoB BPJS Kesehatan. Budi kemudian ke puskesmas yang terdaftar pada kartu BPJS miliknya. Dokter puskesmas kemudian memberikan rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut ke RS, termasuk pemeriksaan darah di laboratorium. Setelah diketahui dirinya harus menjalani rawat inap, Budi kemudian menyatakan niatnya untuk menggunakan fasilitas CoB kepada pihak rumah sakit dengan menunjukkan kartu BPJS dan kartu asuransi swasta. Dengan begitu, pihak rumah sakit bisa langsung memproses segala biaya administrasi kepada perusahaan asuransi dan BPJS Kesehatan. Kemudian, perusahaan asuransi yang akan mengajukan klaim yang diperlukan ke BPJS Kesehatan sesuai dengan aturan.

Begitu mudah bukan? Kalian bisa memaksimalkan asuransi kesehatan yang sudah diberikan perusahaan. Ingin informasi lebih lanjut mengenai asuransi kesehatan? Klik https://www.cekaja.com/asuransi-kesehatan dan temukan kejutan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *